Bangun Rumah

March 2, 2016

Bangun Rumah Hanya Lima Hari, Seperti Ini Caranya
https://mtempoco//bangun-rumah-hanya-lima-hari-seperti-ini-caranya
19 Feb 2016 – Membangun sebuah rumah tipe sederhana kini tak perlu memakan waktu
Perum Perumnas Tetap Bangun Rumah Murah | Perum
wwwperumnascoid › News › Berita
Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) terus membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekalipun dana
Unik, Bangun Rumah di Atas Mobil : Okezone News http://putrajaya1.com
newsokezonecom/read/2016/02/09//unik-bangun-rumah-di-atas-mobi
9 Feb 2016 – Sosok kendaraan hybrid Toyota Prius satu ini terbilang unik di mana bagian atasnya ditempatkan sebuah rumah mungil – Autos – okezone
Cara Bangun Rumah dengan Dana Terbatas – Royal
wwwroyalkontraktorcom/#!Cara-Bangun-Rumah-dengan-Dana
Membangun rumah dilokasi strategis yang mudah dilalui transportasi material bangunan, membangun rumah di daerah yang jauh dan sulit untuk pendatangan
Punya Tanah Nganggur, Kredit Bangun Rumah Saja
blogduitpintarcom › Blog » › Kredit Properti »
11 Jan 2016 – Kredit bangun rumah sejenis dengan kredit pemilikan rumah (KPR) Bedanya, kredit bangun rumah dipakai untuk membangun rumah, KPR
Mau Bangun Rumah Minimalis? Ini Dia Perkiraan Biayanya
wwwcermaticom › Artikel dan Tips › Properti
22 Feb 2016 – Sekarang sedang zamannya membangun rumah berdesain minimalis Mau tahu besaran biaya yang diperlukan untuk melakukannya? Berikut
Biaya Bangun Rumah Type 45 :: Desain Rumah Minimalis
wwwdesainrumahidamankuxyz › Biaya Bangun Rumah Type 36
Biaya bangun rumah merupakan daftar kebutuhan jangka panjang yang harus dimiliki oleh seseorang ketika dia masih muda dan belum keluarga Tentu saja
Jasa Bangun Renovasi Rumah | Pemborongproyekcom
wwwpemborongproyekcom › › pemborong proyek › renovasi rumah
Pemborongproyekcom, Jakarta – Anda cari jasa bangun renovasi rumah? atau mencari referensi tukang bangun renovasi rumah harian atau borongan dan
Membangun rumah Tuhan – Abbalove Ministries
wwwabbaloveorg/indexphp?idmembangun-rumah
Dan Tuhan berbicara, “BUILD MY HOME (bangun rumah-Ku)” Kemudian Roh Kudus mendorong saya untuk membaca Hagai 1-2 berulang-ulang sampai saya
Pusat Informasi Renovasi Rumah Bangun Rumah No1 di
wwwrenovasi-banguncom/
11:15:33, 03 Jan 2016 – Oleh : Renovasi Rumah & Bangun Rumah Indonesia
Bangun Rumah (@bangunrumah) | Twitter http://putrajaya1.com
https://twittercom/bangunrumah
The latest Tweets from Bangun Rumah (@bangunrumah) Bangun Rumah merupakan layanan profesional yang bergerak di bidang desain arsitektur dan
Pemkab Penajam Bangun Rumah Layak Huni | Kalimantan
kalimantanbisniscom/read//pemkab-penajam-bangun-rumah-layak-hu
27 Jan 2016 – Yusran menuturkan pemkab akan membangun pemukiman layak huni untuk masyarakat miskin dimana dalam satu pemukiman akan ada 200
Kiat Mendapatkan Kredit Bangun Rumah Sendiri
https://uangtemancom/rumah/kiat-mendapatkan-kredit-bangun-rumah
23 Nov 2015 – Akan tetapi memang untuk membangun sebuah rumah sendiri membutuhkan lebih banyak biaya, sehingga tidak jarang Anda harus
Berkat Printer 3D, Perusahaan Tiongkok Ini Bangun Rumah
teknologimetrotvnewscom//berkat-printer-3d-perusahaan-tiongkok-in
24 Jul 2015 – Metrotvnewscom: Membangun sebuah rumah memakan waktu yang tidak sebentar Untuk memiliki sebuah rumah, setidaknya sang pemilik
Arti Mimpi Membangun dan Renovasi Rumah Baru | Arti
artimimpi-azcom/arti-mimpi-membangun-dan-renovasi-rumah-baru/
26 Nov 2015 – Arti mimpi membangun dan renovasi rumah baru Artinya, Anda akan mendapatkan kekayaan yang besarnya sesuai dengan besar kecilnya
Top 13 Bangun Rumah profiles | LinkedIn
https://wwwlinkedincom/title/bangun-rumah
Here are the top 13 Bangun Rumah profiles on LinkedIn Get all the articles, experts, jobs, and insights you need
DPKP akan Bangun Rumah Pemotongan Unggas untuk
kaltimtribunnewscom › Tribun Etam › Balikpapan
5 jam yang lalu – DPKP akan Bangun Rumah Pemotongan Unggas untuk Genjot PAD TRIBUNKALTIMCO/RUDY FIRMANTO Setiap tahun populasi sapi di
Jasa bangun rumah Mitra Adil Sejahtera
bangunrumahmascom/
29 Sep 2015 – melayani jasa bangun rumah, jasa renovasi rumah, jasa konsultasi rumah, jasa bangun rumah murah, jasa bangun rumah minimalis, daerah
Kredit Perbaikan dan Pembangunan Rumah – Bank Danamon
wwwdanamoncoid › › Kredit Perbaikan dan Pembangunan Rumah
Danamon KPPR merupakan pemberian fasilitas kredit untuk membangun atau merenovasi rumah/ruko/rukan/apartemen dan menjadikannya sesuai dengan
Jasa Ahli Bangun dan Renovasi Rumah Termurah di Medan
wwwabdulazizsanjayacom/jasa-ahli-bangun-dan-renovasi-rumah-termu
Jasa Ahli Renovasi dan Bangun Rumah Termurah di Medan yang berpengalaman dibidang rehab dan Bangun rumah selama 20 tahun

April 24, 2009

jcaviezelJim Caviezel adalah seorang actor biasa dengan peran-peran kecil dalam film-film yang juga tidak besar. Peran terbaik yang pernah dimilikinya (sebelum The Passion) adalah sebuah film perang yang berjudul “The Thin Red Line” Itupun hanya salah satu peran dari begitu banyak actor besar yang berperan dalam film kolosal itu.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terlika dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kea rah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuh pun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan , keramahan dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari actor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, dia ini  Tuhan siapa yang bisa mengetahui apa yang ada di pikiran Tuhan dan memerankannya ? Mereka pasti bercanda.

Esok paginya saya mendapat telepon, ” Halo ini Mel.” Kata suara dari telepon tsb. “Mel siapa?”, tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan di buatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga berkata akan sangat sulit untuk memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek Aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatekan sebuah resiko yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tsb, memang biasanya actor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipaka lagi d film2 lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok org yahudi yang berperan besar di perfilman Hollywood. Sehingga habislah seluruh karir saya dlm dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan dari saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padamya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial  namaku sama dengan Jesus Christ ( Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?”

Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiaannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”. Baiklah Mel aku rasa itu bukan suatu kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini !

Maka sayapun ikut terjun dalam proyek film tsb. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya ? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang anak Tuhan pikirkan, rasakan dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tsb membungungkan saya, karena begitu banyak referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya akukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon bantuanNya melakukan ini semua. Karena siapalah aku ini memerankan Dia yang bergitu besar. Masa lalu saya bekanlah yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan yang baik dlm keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dlm diri saya.

Saya hanya seorang pemuda yang bermain bola basket dlm Liga SMA dan kampus, yg bermimpi menjadi seorg pemain NBA yg besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempet kecewa pada Tuhan, karena cedera itu seperti hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dlm casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran meungkin menjadi jln hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada di puncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai sini. Engkau yg mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjasi actor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yg akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu. Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit daripada bayangan saya.

Di make up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan berdiri, saya adalah satu-satunya org yg di lokasi syuting hamper tdk pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yg lain duduk2 santai sambil minum kopi. Kostum kasar yg sangat tdk nyaman, mengakibatkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan.

Salib yang digunakan, diusahakan se-asli mungkin seperti yang dipikul Yesus pada saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu di pundak saya, saya kaget dan berteriak keskitan, mereka mengira itu acting yg sangat baik, padahal saya sungguk-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa dpt memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga. Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan saya pun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru megira itu acting yg luar biasa, mereka tdk tahu bahwa sebenarnya saya dlm kecelakaan. Saat saya memaki, menyumpah dan hamper pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka mereka pun terkejut, sadar apa yang sebenarnya terjadi dan memberikan saya perawatan medis.

christ_wideweb__470x2800Sungguh saya merasa seperti setan  karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yg tdk bisa menahannya. Saat dalam penyembuhan dan pemulihan, Mel datang pada saya, ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini ? ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak utk melanjutkan film itu.

Saya berkata kepada Mel , saya idak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini.

Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yg lebih kecil dan dengan bahan yg lebih ringan, agar bahu saya tdk terlepas lg, dan mengulang selurih adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton liat did lm film itu merupakan salib yg lebih kecil dari aslinya.

cambukBagian syuting selanjutnya adalh mungkin bagian yg paling mengerikan, baik penonton juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Seaya gemetar menghadapi adegan itu, karena cambuk yg digunakan adalah sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm.

Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yg tidk terlindingi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan di tanah sambil memaki org yg mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya utk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hamper gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuitng di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus menggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan bergantung di atas kayu salib, diatas bukit yg tertinggi di situ. Angina dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yg mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tdk bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya menjadi depresi. Adegan-adegan tsb telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan ke adegan lain, semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mempu lg baru mereka menghentikan adegan itu.

Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai menausia. Saya sungguh hamper gila dan tdk tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting utk berdoa. Hanya utk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidk mampu lg. memohon kepada Sia untuk memberi kekuatan bagi saya utk melanjutkan semua ini Saya msh tidak bisa membayangkan bagaimana Dia melalui itu semua, betapa menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yg panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya.

Dan peristiwa terakhir yg merupakan mujizat dlm pembuatan film itu adalh saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu di lokasi syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung-menyambung di atas kami, tapi Mel tdk menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca sedang ideal sama seperti yg seharusnya terjadi seperti yg diceritakn. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada di bukit yg tinggi, saya adalah objek yg paling tinggi utk dpt dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, seuah rasa sakit yg luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang. Dan saya pun tdk sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak org memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telh berkumpul di sekeliling saya, sambil berteriak-teriak”Dia sadar!Dia sadar!” Apa yg telh terjadi ? Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telh menghantam saya diatas kayu salib itu, sehingga mereka menurunkan saya. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mejizat kalau saya bisa selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini di buat ? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini dihentikan ?” Namun saya terus berjalan, namun kita harus melakukan apa yg harus kita lakukan. Selama itu benar, kita hrs terus melangkah. Semua itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat kuat dlm ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat di tempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa…. mengagumkan….tidak dapat saya ungkapkan dgn kata-kata. Selama syuting film itu ada hadirat Tuhan yg kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada di situ, menjadi sutradara atau merasuki saya utk memerankan diriNya sendiri. Itu adalah pengalaman yg tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dlm film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dlm hidupnya, tdk ada yg terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yg mencambuki saya itu adalh seorg muslim, setelh adegan tsb, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka dtg hanya karena utk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dlm membuat film itu mengubah kami semua, pengalaman yg tidk akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tap ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalm pekerjaan saya sebagai actor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yg menonton The Passion of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yg bekerja sebagai actor, jangan kemudian melihat saya dalm sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dlm The Passion dan menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yg lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi suatu kebiasaan yg tak terpisahkan dalam hidup saya, saya juga berharap hal yg sama terjadi pada hidup anda.